Jumat, 30 Juli 2021

1.4 Artikel_Aksi Nyata_Bambang Widyanarko_Budaya_Positif

 PGP-2-Kabupaten_Cianjur-Bambang Widyanarko -1.4-Aksi Nyata

Memulai Menerapkan Budaya Postif berbentuk Kesepakatan kelas dalam Pembelajaran Daring Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur Tahun Pelajaran 2021/2022

Latar belakang

Budaya positif  adalah salah satu materi penting pada program pelatihan calon guru penggerak. Setelah memahami esensi dari budaya postif ini tetntulah langkah selanjutnya adalah penerapannya. Pada aksi nyata Modul 1.4 ini akan digambarkan bagaiamana penulis memulai menerapkan bodaya positif  pada pembelajaran daring Bahasa Inggris Kelas 8 di SMPN 1 Cianjur.

Walaupun sudah banyak pengajar yang telah menyadari akan penerapan disiplin, mereka  masih menggunakan dasark motivasi ekstrinsik, dimana pembiasaan positif yang diterapkan belum merupakan disiplin positif. Ini terlihat dengan masih diterapkannya prinsip reward dan punishment. Dalam proses pembentukan perilaku positif  di kelas misalnya, komunikasi yang dibangun adalah satu arah. Guru masih mendominasi dalam menentukan aturan dan sangsi yang akan diberlakukan. Seharusnya, pendidik dapat mendisiplinkan peserta didik bermula dari kesadaran serta menumbuhkan motivasi intrinsik. Kedepannya, diharapkan disiplin dan budaya poisitif yang sudah terbangun dan dan menonjol dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi karakter semua warga sekolah. Disinilah dibutuhkan peran semua pihak agar budaya positif di sekolah dapat konsisten dikembangkan untuk mewujudkan karakter atau profil pelajar Pancasila.

Dengan kondisi pandemi yang masih mengganas, penulis menginginkan suatu strategi agar pembelajaran daring bisa berlangsung secara efektif dan menyenangkan. Katakanlah tidak hanya sekedar melaksanakan kewajiban untuk transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan saja melainkan juga pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu membuat kesepakatan kelas.

Kesepakatan kelas merupakan aturan/kesepakatan bagi siswa dan guru yang dianggap bisa dilakukan baik secara individu maupun kelompok dan berlaku untuk kelas tersebut. Kesepakatan kelas umumnya berisi daftar yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. Bentuknya dapat berupa panduan tingkah laku dan kata-kata yang positif.  Membuat kesepakatan kelas biasanya dilakukan sebelum memulai aktivitas baru, di awal tahun ajaran baru dan setelah libur panjang.

Deskripsi Aksi Nyata

Langkah membuat kesepakatan kelas dapat dilakukan dengan langkah-langkah:

1.          Guru mengadakan pertemua vitual dengan semua siswa dari kelas yang diampu menggunakan Google Meet.

2.          Setelah siswa siap, pertemuan direkam untuk dokumentasi.

3.          Guru meminta murid untuk menyampaikan masalah yang selama proses pembelajaran dan apa saja harapannya selama pembelajaran. Siswa menjawab dengan fitur chat.

4.          Setelah itu guru menanyakan ide dari murid untuk mencapai kelas impiannya.

5.          Kemudian guru dan siswa membuat ide yang disampaikan murid tersebut menjadi kesepakatan  kelas. Nantinya kesepakatan ini dituliskan guru didalam poster dengan menggunakan kata yang positif.

6.          Kemudian setelah guru menuangkan isi kesepakatan kelas di dalam bentuk poster, guru kemudian memajangkan poster tersebut didinding kelas. bersama murid guru juga membuat poster digital, dan guru menshare poster digital yang dibuat melalui grup Whatsapp.

7.           Selanjutnya, guru dan murid sepakat untuk melakukan refleksi selama pembelajaran berlangsung.

 Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Ketika perteuman maya berlangsung terlihat banyak anak yang antusias. Ini menandakan adanya harapan dari para siswa. Tugas guru adalah menjaga, merawat dan mengembangkan harapan itu. Setelah semua pertanyaan diajukan siswa dapat memberikan respon dan mengungkapkan perasaan mereka. Hal yang patut dicatat adalah sebagian besar mengeluhkan kendala teknis seperti gawai tidak punya atau tidak berfungsi, jaringan sinyal yang buruk, kuota cepat habis, akun yang sulit. Selain dari pada itu siswa juga mengeluhkan alur pembelajaran di tahun sebelumnya yang terkesan hanya berupa sekumpulan tugas-tugas dengan deadline tertentu.

 

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)

 

Penerapan budaya positif melalui penyusunan kesepakatan kelas merupakan hal yang baru diterapkan di SMPN 1 Cianjur. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala. Pertama, untuk menghasilkan kesepakatan kelas yang ideal diperlukan kedekatan seperti pada suasana pembelajaran tatap muka. Kedua, pemahaman mengenai konsep kesepakatan kelas masih belum sempurna baik pada guru, siswa atau pun warga sekolah. Ketiga, sulit untuk menghasilkan kesepakatan kelas yang dapat didokumentasikan untuk diketahui, dipahami oleh siswa, orang tua, guru lain dan kepala sekolah.

 Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

 Kegiatan penerapan budaya positif melalui penyusunan kesepakatan kelas perlu disosialisasikan pada warga sekolah. Agar penerapan dan pelaksanaan kesepakatan kelas sebagai bagian dari penerapan budaya positif di sekolah bisa dijalankan dengan efektif adalah salah satunya keterlibatan secara utuh dari semua peserta didik yang diampu agar kesadaran untuk berbuat lebih baik datang dari dalam diri peserta didik, bukan karena terpaksa. Diharapkan hal ini bisa dilakukan ketika berlangsungnya proses pembelajaran secara tatap muka. Meskipun demikian, ketika berlangsungnya pembelajaran secara daring seperti saat ini setidaknya upaya menghadirkan kesadaran dari dalam diri peserta didik melalui penerapan kesepakatan kelas tetap harus dijalankan.

                Sementara itu, dalam pelaksanaan berbagi praktik baik dalam bentuk kesepakatan dengan para rekan sejawat sebaiknya memikirkan waktu yang lebih baik dan membuat jadwal yang lebih rinci. Dengan demikian, penjelasan tentang praktik baik penerapan kesepakatan kelas ini mampu dipahami dan diterima oleh rekan sejawat yang lain.

 

Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video-video singkat berikut caption/narasi singkat nya.

 

Link video hasil rekaman dapat dikunjungi pada https://drive.google.com/file/d/1KXzscMTfK9ft5XQdjAU6B026WvTKAv6n/view?usp=sharing.

 

Foto Capture dari video tersebut:


Contoh Kesepakatan kelas yang dibuat siswa

 









Kamis, 01 Juli 2021

Rancangan Untuk Tindakan Aksi Nyata Modul 1.3

 

Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata Modul 1.3: VISI GURU PENGGERAK

Oleh

Bambang Widyanarko (SMPN 1 CIANJUR)

 

Latar belakang 

Visi seorang guru penggerak harus senantiasa melibatkan siswa tidak hanya dalam proses pelaksanaan pembelajaran tetapi puladalam perancangannya. Keterlibatan siswa juga dapat menentukan keberhasilan sebuah proses pembelajaran yang tidak hanya ditentukan oleh seorang guru. Penggunaan metode apapun harus mampu memahami apa yang diinginkan siswa dalam proses pembelajaran. Inilah yang disebut dengan ekspektasi. Dalam aksi nyata modul 1.3 ini, penulis akan menunjukkan bagaimana melibatkan siswa dalam proses merancang ulang atau redesign pembelajaran bahasa inggris SMP kelas 8.

Proses Perancangan ulang atau redesigning ini mencoba menggunakan konsep Inkuiri Apresiatif (IA). Sifat asli dari IA itu sendiri adalm empiris dan ilimiah. Oleh karena itu langkah yang akan ditempuh juga menggunakan kaidah dan sitematika serta metodologi ilmiah. Kegiatan intinya adalah penyusunan dan pelaksanaan survey mengenai perbaikan delivery pembelajaran daring. Survey ini akan mencari tahu mengenai apa yang diharapkan oleh siswa mengenai bentuk, kepraktisan dan pelayanan yang diharapkan. Survey ini juga dilaksanakan untuk menningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa dalam menghasilkan desain pembelajaran daring yang efektif. 

Tujuan

Tujuan dari survey persepsi dan ekspektasi siswa mengenai pembelakaran daring bahasa Inggris ini adalah: 

a.    mendapatkan instrumen survey yang relevan. 

b.    memberikan ruang ekspresi bagi siswa mengenai persepsi dan ekspektasi mereka. 

c.    mendapatkan data otentik yang bersifat kuantitatif dan kualitatif langusng dari siswa sebagai end-user. 

d.    mengolah data dengan standar parametrik dan non-parametrik yang baik. 

e.    menghasilkan interpretasi data yang valid 

f.     menghasilkan rekomendasi operasional yang feasible untuk perbaikan masa ke depan.

Tolok Ukur

Pada aksi nyata modul 1.3 ini, saya akan memberi judul: Penggunaan Inkuri Apresiatif dalam Mendesain Ulang Pembelajaran Daring: Studi Kasus Pembelajaran Online Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur Tahun Pelajaran 2021. Tindakan aksi nyata akan dikatakan berhasil apabila: 

a.    didapat instrumen survey yang baik dan relevan. 

b.    angket dapat melibatkan sebagian besar siswa yang diajar. 

c.    data yang diperoleh dapat diolah tepat waktu. 

d.    Hasil pengolahan data dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat. 

e.    Rekomendasi dari pelaksanaan survey sangat berharga bagi perbaikan ke depan.

Linimasa tindakan yang akan dilakukan

Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan aksi nyata ini adalah 1 minggu perancangan, 2 minggu pelaksanaan dan 1 minggu penulisan laporan. Jadi totalnya 4 minggu.

Dukungan yang dibutuhkan

Untuk dapat melaksanakan perancangan aksi nyata modul 1.3 ini dperlukan beberapa hal seperti: 

a.    perangkat manusia: penulis, siswa, rekan dan pimpinan serta pihak lain. 

b.    perangkat keras : komputer/laptop, handphone 

c.    perangkat lunak: word processor dan browser 

d.    perangkat jaringan : akses internet, kuota 

e.    akun g mail baik guru maupun siswa. 

f.     aplikasi google suite for education. 

g.    aplikasi MS Excel dan koumputasi data lain. 

h.    buku-buku penunjang teori. 

i.     Beberapa ahli bidang IT.

Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata Modul 1.2

 Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak

Oleh
BAMBANG WIDYANARKO 
SMPN 1 CIANJUR JAWA BARAT

Latar Belakang

Bercermin dari aksi nyata dengan materi modul 1.1., penulis mendapat kesadaran bahwa pembelajaran daring jarak jauh yang dilaksanakan belum maksimal. PJJ ini cenderung fokus kepada penuntasan kurikulum. Mengingat waktu pembelajaran dengan kebijakan yang ditempuh sekolah menjadi berkurang, penulis mengalami kesulitan beban jam mengajar serta target materi yang hatrus dicapai. Selain itu penulis juga kurang dapat melakukan komunikasi dengan orangtua sebagai pembimbing peserta didik di rumah.

Salah satu perbaikan yang akan dilakukan adalah dengan memperjelas dan mepertegas peran penulis sebagai pengajar. Dengan kata lain, pada PJJ kali ini penulis akan mencoba untuk HADIR pada proses pembelajaran dengan mengadakan video conference secara rutin dan mengupload video penjelasan sesering mungkin serta meningkatkan intenitas percakapan di WAG kelas masing-masing.

Tujuan

Tujuan perbaikan pemberian pelayanan pembelajaran ini adalah: 

a.    menciptakan media pembelajaran yang lebih meraih perhatian dan minat siswa. 

b.    memberikan ruang komunikasi bagi pengajar dengan siswa dan siswa denga siswa. 

c.    menjelaskan kepada rekan lain, pimpinan dan pengawas mengenai cara mengajar daring yang efektif. 

d.    memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk berpartisipasi secara positif di dunia maya.

Tolok Ukur

Kegiatan atau aksi nyata yang nantinya akan diberi judul Memperbaiki Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (Pjj) Bahasa Inggris Kelas 8 Dengan Menambah Aktifitas Synchonous Pada Google Classroom dapat dikatakan berhasil apabila: 

a.    partisipasi siswa dapat meningkat. 

b.    materi yang dihasilkan semakin baik dan menarik minat siswa. 

c.    alur pembelajaran menjadi jelas dan mudah diikuti. 

d.    siswa semakin percaya diri dan terbantu dengan media yang digunakan. 

e.    siswa dapat melakukan semua aktifitas daring sesuai yang diharapkan.

Linimasa tindakan yang akan dilakukan

Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan aksi nyata ini adalah 1 minggu perancangan, 2 minggu pelaksanaan dan 1 minggu penulisan laporan. Jadi totalnya 4 minggu.

Dukungan yang dibutuhkan

Untuk dapat melaksanakan perancangan aksi nyata modul 1.2 ini dperlukan beberapa hal seperti: 

a.    perangkat keras : komputer/laptop, handphone 

b.    perangkat lunak: word processor dan browser 

c.    perangkat jaringan : akses internet, kuota 

d.    perangkat manusia: penulis, siswa, rekan dan pimpinan serta pihak lain. 

e.    akun g mail baik guru maupun siswa. 

f.     aplikasi google suite for education. 

g.    buku-buku penunjang teori. 

h.    Beberapa ahli bidang IT.

Rabu, 30 Juni 2021

Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata Modul 1.4 oleh BAMBANG WIDYANARKO (SMPN 1 CIANJUR)

 Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata Modul 1.4

Judul Modul : 1.4. Budaya Positif
Nama Peserta : Bambang Widyanarko (SMPN 1 CIANJUR)


Latar belakang 

Sebelum melaksanakan aksi nyata sesuai dengan materi di modul 1.4 yaitu mengenai Budaya postif, perlu dibuat perancangan yang baik agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata Modul 1.4 merupakan arah dan pedoman penulisan artikel mengenai materi di modul 1.4 dapat di pertunjukkan. Artinya, CGP setelah mempelajari isi modul dan menyelesaikan LMS dapat menerapakan ilmu pengetahuan dan peraaaan selama pembelajaran menjadi tindakan nyata yang motorik dan ilmiah.. Namun karena situasi tidak memungkinkan hari-hari ini, untuk tindakan aksi nyatanya akan dilaksanakan setelah tahun ajaran baru berlangsung.

Tujuan

Budaya positif seperti yang dijelaskan di modul merupakan kummpulan teorama kompleks dan abstrak serta belum dapat di dasari contoh konrit sekolah lain yang telah berhasil menerapkannya. Peneapan ini tentunya harus mengacu pada pelaksanaan kegiatan inkuiri yang ilmiah. Artinya, dalam penerapan budaya positif di sekolah atau di kelas pembelajaran perlu adanya cara berpikir dan bertindak yang didasari prinsip-prinsip ilmiah seperti adanya sistematika, pengumpulan data, dan pengolahannya, serta interpretasi data yang sahih. Pelaksanaan budaya positif dalam pembelajaran dengan keadaan pandemi adalah tantangan tersendiri. Untuk itu perlu rancangan yang komprehensif dan feasible.

 

Tolok Ukur

Ada beberapa tolak ukur yang harus menjadi acuan dalam kegiatan perencanaan ini. Pertama adalah terciptanya rasa percaya diri dari CGP bahwa tindakan nyatanya nanti akan dapat berhasil dengan efektif. Kedua, terciptanya panduan kerangka pemikiran dan batasan waktu. Ketiga, teridentifikasinya instrumen, alat dan persona yang mendukung. Keempat, terlaksananya perancangan yang tepat waktu sehingga pada pelaksanaan nyata nanti dapat berlangsung tepat waktu dan tepat guna.

 

Linimasa tindakan yang akan dilakukan

Seperti disebutkan sebelumnya waktu yang tersedia diperpanjang. Ini karena penerapan budaya positif memerlukan keterlibatan langsung dari siswa sebagai center of learning. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan aksi nyata ini adalah 1 minggu perancangan, 4 minggu pelaksanaan dan 1 minggu penulisan laporan. Jadi totalnya 6 minggu.

Dukungan yang dibutuhkan

Sama halnya dengan aksi nyata sebelunya, untuk dapat melaksanakan perancangan aksi nyata modul 1.4 ini dperlukan beberapa hal seperti:

a.   perangkat keras : komputer/laptop, handphone

b.      perangkat lunak: word processor dan browser

c.       perangkat jaringan : akses internet, kuota

d.      perangkat manusia: penulis, siswa, rekan dan pimpinan serta pihak lain.

e.       akun g mail baik guru maupun siswa.

f.       aplikasi google suite for education.

g.      buku-buku penunjang teori.

h.      Beberapa ahli bidang IT. 


Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata Modul 1.1 BAMBANG WIDYANARKO (SMPN 1 CIANJUR)

Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata 

Judul Modul : 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara 
Nama Peserta : Bambang Widyanarko (SMPN 1 CIANJUR)


Latar belakang 

Rancangan tindakan ini dibuat sebagai arah dan pedoman penulisan artikel mengenai materi di modul 1.1 yaitu Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Setelah mendapatkan materi modul 1.1, saya ingin menggunakan pengetahuan di modul tersebut untuk mempelajari praktek pembelajaran daring Bahasa Inggris di SMPN 1 Cianjur. Dapat dikatakan saya mendapatkan perpektif baru mengenai peran dan fungsi seorang guru. Hal ini dihadapkan pada tantangan pemberian pelayanan kepada siswa dalam keadaan pandemi COVID19 dan pengetahuan guru yang minim mengenai pembelajaran online. 


Tujuan 

Insight yang jelas mengenai keadaan dan tantangan yang sedang dihadapi diharapkan akan menjadi bahan untuk memperbaiki pembelajaran daring bahasa inggris. Harapan dan pengalaman siswa selama mengikuti pembelajaran daring dapat dijadikan bahan untuk merencang ulang media belajar daring. Fitur-fitur Google Classroom belum dapat dimanfatkan untuk memberikan pelajaran yang siswa butuhkan. Ini adalah langkah awal yang sangat baik guna menghasilkan desain pembelajaran yang efektif yang mungkin sesuai dengan filosofi KHD. 

Tolok Ukur 


Dari kajian teoritis pada materi modul dan pemahaman teknis mengenai pembelajaran daring dapat ditemukan elemen apa yang terpenting dan tidak terakomodasi atau tersedia dalam laman pembelajaran daring bahasa inggris. Minimal dapat ditemukan fitur priorotas yang harus segera ditampilkan atau disediakan agar pembelajaran menjadi lebih berpihak pada murid. 

Linimasa tindakan yang akan dilakukan 


Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan aksi nyata ini adalah 1 minggu perancangan, 2 minggu pelaksanaan dan 1 minggu penulisan laporan. Jadi totalnya 4 minggu. 

Dukungan yang dibutuhkan 

Untuk dapat melaksanakan perancangan aksi nyata modul 1.1 ini dperlukan beberapa hal seperti:
a. perangkat keras : komputer/laptop, handphone 
b. perangkat lunak: word processor dan browser 
c. perangkat jaringan : akses internet, kuota 
d. perangkat manusia: penulis, siswa, rekan dan pimpinan serta pihak lain. 
e. akun g mail baik guru maupun siswa. 
f. aplikasi google suite for education. 
g. buku-buku penunjang teori. 
h. Beberapa ahli bidang IT.

Kamis, 24 Juni 2021

1.3_Aksi Nyata_ARTIKELPGP-2-Kabupaten_Cianjur-Bambang Widyanarko

 PGP-2-Kabupaten_Cianjur-Bambang Widyanarko -1.3-Aksi Nyata

Penggunaan Inkuri Apresiatif dalam Mendesain Ulang Pembelajaran Daring: Studi Kasus Pembelajaran Online Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur Tahun Pelajaran 2021

oleh BAMBANG WIDYANARKO

widya.bambang@gmail.com; bambangwidyanarko09@guru.smp.belajar.id; bambang4cianjur@blogspot.com

  1. Latar belakang 

Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur Tahun Pelajaran 2020/2021 sangat terdampak oleh merebaknya COVID-19 yang memaksa Pembelajaran Tatap Muka secara tradisional beralih ke moda online menggunakan internet atau dalam jaringan (daring). Setelah satu tahun pelajaran dilaksanakan, dirasakan perlu untuk mengadakan refleksi dan evaluasi mengenai pembelajaran daring tersebut untuk mengukur persepsi, dan ekspektasi siswa mengenai pembelajaran daring yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan atau desain ulang (redesign) di masa yang akan datang. 

Dari sisi pengajar, pembelajaran daring yang dilakukan dengan Google Classroom dan kawan-kawan memiliki beberapa kekurangan. Pertama, teori pembelajaran yang diharapkan yaitu dengan pendekatan saintifik tidak tercermin dalam GC tersebut. Tidak mengukitu proses Mengamati, Menanya, dan seterusnya. Kedua, dari sisi keterampilan berbahasa, CG belum memberi fasilitas untuk keterampilan mendengar,membaca, menulis, dan berbicara. Ketiga, GC belum dapat melaksanakan pembelajaran koperaitf dan kolaboratif. Belum lagi kalau kita mengidentifikasi masalah klasik seperti siswa tidak punya gawai, kuota atau akses, dan orang tua serta faktor lingkungan. 

Perancangan ulang ini diperlukan karena design sebelumnya bersifat darurat sehingga tidak memikirkan sisi persepsi dan harapan siswa yang menyebabkan partisipasi dan efektifitas yang rendah.  Dengan konsep Inkuiri apresiatif (IA) maka penulis akan memulai perbaikan delivery pembelajaran daring yang diawali survey mengenai apa yang diharapkan oleh siswa mengenai bentuk, kepraktisan dan pelayanan yang diharapkan. Survey ini juga dilaksanakan untuk menningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa dalam menghasilkan desain pembelajaran daring yang efektif.  Dalam IA langkah awal adalah menentukan topik afirmatif atau masalah utama yang akan diselesaikan dengan memetakan kekuatan yang ada. Usaha yang akan dilakukan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran daring adalah dengan mengadakan survey secara online. Untuk itulah langkah awal berikutnya adalah merancang kuisoner untuk siswa yang akan menggali data yang dibagi menjadi dua. Bagian A mengenai keadaan demografi mereka secara umum. Bagian B mengukur persepsi dan perilaku siswa mengenai efektifitas pembelajaran daring selama COVID-19.

  1.  Deskripsi Aksi Nyata 

Dalam melaksanakan proses mencari informasi, sebuah kuesioner dirancang dan diberikan kepada peserta didik yang mengikuti pembelajaran daring. Setelah jawaban kuesioner terkumpul akan diadakan analisa data sederhana. Dari analisa yang dilakukan akan diambil kesimpulan dan keputusan selanjutmya.

Peserta didik diundang untuk mengikuti survey dalam bentuk google form. Undangan dapat diberikan lewat WAG kelas masing-masing atau lewat sistem CBT sekolah. Survey daring ini akan  mengidentifikasi hambatan dan harapan siswa mengenai PJJ daring. Jawaban siswa akanmenjadi input yang sangat berharga untuk menghasilkan pemahaman lebih jauh mengenai apa yang diharapkan siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar daring. Pertanyaan survey berisi 45 pertanyaan yang dapat diselesaikan dalam 5-10 menit. Partisipasi siswa dalam survey ini bersifat sukarela dan mereka berhak mundur dari survey kapan pun mereka mau. Peserta survey juga secara sukarela dapat tidak mengisi nama atau informasi identitas sensitif lain. 

Berikut ini contoh pertanyaan dalam kuesioner survey (diadaptasi dari Muslimah, 2018):

Bagian A: DEMOGRAFI UMUM

ISILAH IDENTITAS ANDA DENGAN BENAR.

Nama : ____________________________________________________

Jenis Kelamin : ____________________________________________________

Umur : ____________________________________________________

Angkatan : ____________________________________________________

Nomor Telepon : ____________________________________________________

Alat yang digunakan : ________________________________________________


Bagian B: 


PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING ANDA ANGGAP SESUAI.


Tidak pernah


Seminggu sekali


Beberapa kali seminggu


Sehari sekali


Sangat sering

1. Seberapa sering internet di akses?







Informasi:

STS : Sangat Tidak Setuju = 1 poin

TS : Tidak Setuju = 2 poin

N : Netral = 3 poin

S : Setuju = 4 poin

SS : Sangat Setuju = 5 poin


Kemudahan dalam mengakses

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

1. 

Masuk ke Google Kelas






2.

Mengakses materi khusus






3.

Mengirim dan menerima tugas






4.

Mengirim tugas






5.

Menavigasi system






6.

Mudah dimengerti sistemnya







Merasakan Kegunaan

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

7. 

Kualitas kegiatan belajar sangat bagus






8.

Ruang Kelas Google adalah media yang sangat baik untuk  berinteraksi sosial (dosen dengan siswa dan siswa dengan siswa) seperti yang di tunjukkan oleh kegiatan ini






9.

Google kelas membantu saya untuk menyerahkan tugas tepat waktu






10.

Kegiatan kursus membantu saya untuk memeriksa masalah, mengevaluasi ide-ide baru, dan menerapkan apa yang telah saya pelajari






11.

Umpan balik yang diberikan oleh dosen berguna






12.

Sistem penilaian di kelas Google membantu dalam memantau kinerja saya dan memahami topik yang sedang dibahas saat ini






13.

Tujuan subjek, penilaian, dan konten konsisten dengan bantuan Google Kelas Komunikasi dan Interaksi






14.

Saya merasa nyaman berbicara melalui media ini untuk kegiatan ini






15.

Dosen membantu untuk membuat peserta kursus terlibat dan berpartisipasi dalam diskusi produktif






16.

Saya merasa nyaman berinteraksi dengan peserta lain dalam kegiatan






17.

Sudut pandang saya diakui oleh peserta lain selama kegiatan ini






18.

Dosen sangat antusias dalam mengajar dan menjelaskan melalui Google Kelas






19.

Dosen ramah, mudah didekati dan mudah dihubungi







Kepuasan Siswa

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

20. 

Subjek tersebut memenuhi tujuan pribadi saya melalui media yang diperkenalkan






21.

Saya akan merekomendasikan metode pembelajaran ini untuk diterapkan pada subjek lain yang sesuai






22.

Google kelas adalah pilihan pertama saya dalam pembelajaran aktif dibandingkan dengan metode lain






23.

Saya suka Google Kelas sebagai prakarsa belajar dan pendorong motivasi







Perancangan Ulang

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

24. 

Saya menyukai desain pembelajaran daring GCR.






25.

SAYA menyukai WARNA/THEMA pembelajaran daring GCR.






26.

Link-link di GCR mudah digunakan.






27.

Gambar-gambar ilustrasi GCR relevan/sesuai.






28.

Secara umum GCR mudah digunakan







Kemampuan Perangkat

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

29. 

Saya mampu dengan baik mengoperasikan komputer sendiri.






30.

Saya mampu dengan baik menggunakan Microsoft Word sendiri.






31.

Saya mampu dengan baik menggunakan email.






32.

Saya mampu dengan baik  menyertakan file (attachment file) pada email.






33.

Saya mampu dengan baik  memanfaatkan internet.






34.

Saya mampu dengan baik  malakukan pencarian informasi untuk kepentingan pribadi  di internet






35.

Saya mampu dengan baik  malakukan pencarian informasi untuk kepentingan sekolah di internet






36.

Saya mampu dengan baik  menggunakan Google Docs






37.

Saya mampu dengan baik  menggunakan Google Meet






38.

Saya mampu dengan baik  mengakses Google Form






39.

Saya mampu dengan baik  mengakses Youtube








ISIAN SINGKAT

40. Apa yangpaling kamu sukai dari pembelajaran daring B. Inggris?

41. Apa yang harus diubah pada pembelajaran daring B. Inggris yang sekarang berlangsung?

42. Apa yang ingin anda lihat pada desain baru pembelajaran daring B. Inggris?

43. Apakah anda bersedia terlibat dalam proses desain ulang pembelajaran daring B. Inggris? 

44. Apakah anda mempunyai saran?

45.  Apakah anda menghadapi tantangan atau kesulitan menggunakan GCR?


Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Hasil dari kuesioner di atas dapat memberikan data yang dibagi  menjadi tiga tema; demografi siswa, keseringan mengakses intenet, dan response siswa terhadap pembelajaran daring bahasa inggris. Tedapat pula empat subtema yaitu kemudahan akses, persepsi manfaat, komunikasi dan interaksi, dan kepuasan siswa. 

Dari data yang terkumpul, jumlah responden adalah 190 dari 316 siswa yang melengkapi kuesioner didominasi oleh 132 putri dengan 58 responden putra. Ternyata lebih dari 70% responden menggunakan internet lebih dari satu kali dalam sehari. Ini berarti kebanyakan siswa telah familiar dengan penggunaaan internet dan program berbasis web.

Berdasarkan temuan dari keseluruhan kuesioner,  nilai tertinggi atau respon paling positif dari siswa ada pada pertanyaan mengenai kemudahan mengumpulkan tugas (Submitting assignment) sedangkan yang terendah ada pada pertanyaan  Guru menunjukkan antusiasme ketika mengajar dengan Google Classroom. Data awal yang diperoleh ini sangat berharga dalam menguji persepsi siswa dalam pembelajaran daring serta menemukan titik kelemahan yang dapat diperbaiki. Ini yang merupakan titik awal dari proses mendesain ulang pembelajaran ke depan.

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)


Kesimpulan dari pelaksanaan survey pembelajaran daring bahasa inggris ini sangat berharga untuk proses perbaikan PJJ daring ke depan. Secara umum siswa menyatakan bahwa mengakses Google Classroom serta fitur PJJ lain itu mudah. Google Classroom dan fitur lainnya juga dianggap bermanfaat oleh siswa. . Namun Google Classroom dianggap belum dapat mengembangkan komunikasi dan interaksi yang meningkatkan bahasa inggris mereka. Kebanyakan siswa belum merasa puas dengan pembelajaran karena pertemuan sangat terbatas. Hasil dari survey ini setidaknya memberikan sinyal bahawa PJJ daring yang telah dilaksanakan cukup berguna akan tetapi banyak fitur yang perlu diperbaiki.

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang


PJJ bahasa inggris di masa pademi COVID-19 merupakan tantangan yang harus dijawab oleh semua pihak. Untuk siswa, diaharapkan mereka lebih mempersiapkan diri dengan baik. Mereka sabaiknya  mampu menggunakan Google Classroom dan fitur-fitur lain secara tepat dan kreatif. Siswa juga diharapkan lebih meningkatkan partsipasi mereka agar PJJ menjadi lebih baik, lebih melibatkan dan lebih berpihak pada siswa.

Selain dari sisi siswa, guru juga diharapkan untuk lebih memberi perhatian dan membantu siswa yang kesulitan dalam menggunakan GCR dan fitur lainnya. Guru harus membuat pembelajaran lebih menjadi interaksi sosial. Tidak kalah penting, guru harus senan tiasa menunjukkan antusiasme dalam mengajar dan menjelaskan materi serta sering memeri balikan atau feedback kepada murid sehingga mereka lebih paham mengenai pelajaran.

Akhirnya, proses perancangan pembelajaran daring bahasa inggris kelas 8 di SMPN 1 Cianjur telah dilaksanakan. Dengan inspirasi konsep inkuiri apresiatif dan penelitian ilmiah diharapkan tercipta PJJ daring yang lebih efektif dan berpihak pada murid. Kita harapkan pula tulisan ini dapat memeberikan pencerahan bagi guru-guru lain dalam melakuka refleksi akhir tahun serta mendesain ulang pembelajaran agar lebih berpihak pada murid. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan persepsi dan ekspektasi mereka terhadap pembelajaran.

● Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video-video singkat berikut caption/narasi singkat nya.