Kamis, 24 Juni 2021

1.3_Aksi Nyata_ARTIKELPGP-2-Kabupaten_Cianjur-Bambang Widyanarko

 PGP-2-Kabupaten_Cianjur-Bambang Widyanarko -1.3-Aksi Nyata

Penggunaan Inkuri Apresiatif dalam Mendesain Ulang Pembelajaran Daring: Studi Kasus Pembelajaran Online Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur Tahun Pelajaran 2021

oleh BAMBANG WIDYANARKO

widya.bambang@gmail.com; bambangwidyanarko09@guru.smp.belajar.id; bambang4cianjur@blogspot.com

  1. Latar belakang 

Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur Tahun Pelajaran 2020/2021 sangat terdampak oleh merebaknya COVID-19 yang memaksa Pembelajaran Tatap Muka secara tradisional beralih ke moda online menggunakan internet atau dalam jaringan (daring). Setelah satu tahun pelajaran dilaksanakan, dirasakan perlu untuk mengadakan refleksi dan evaluasi mengenai pembelajaran daring tersebut untuk mengukur persepsi, dan ekspektasi siswa mengenai pembelajaran daring yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan atau desain ulang (redesign) di masa yang akan datang. 

Dari sisi pengajar, pembelajaran daring yang dilakukan dengan Google Classroom dan kawan-kawan memiliki beberapa kekurangan. Pertama, teori pembelajaran yang diharapkan yaitu dengan pendekatan saintifik tidak tercermin dalam GC tersebut. Tidak mengukitu proses Mengamati, Menanya, dan seterusnya. Kedua, dari sisi keterampilan berbahasa, CG belum memberi fasilitas untuk keterampilan mendengar,membaca, menulis, dan berbicara. Ketiga, GC belum dapat melaksanakan pembelajaran koperaitf dan kolaboratif. Belum lagi kalau kita mengidentifikasi masalah klasik seperti siswa tidak punya gawai, kuota atau akses, dan orang tua serta faktor lingkungan. 

Perancangan ulang ini diperlukan karena design sebelumnya bersifat darurat sehingga tidak memikirkan sisi persepsi dan harapan siswa yang menyebabkan partisipasi dan efektifitas yang rendah.  Dengan konsep Inkuiri apresiatif (IA) maka penulis akan memulai perbaikan delivery pembelajaran daring yang diawali survey mengenai apa yang diharapkan oleh siswa mengenai bentuk, kepraktisan dan pelayanan yang diharapkan. Survey ini juga dilaksanakan untuk menningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa dalam menghasilkan desain pembelajaran daring yang efektif.  Dalam IA langkah awal adalah menentukan topik afirmatif atau masalah utama yang akan diselesaikan dengan memetakan kekuatan yang ada. Usaha yang akan dilakukan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran daring adalah dengan mengadakan survey secara online. Untuk itulah langkah awal berikutnya adalah merancang kuisoner untuk siswa yang akan menggali data yang dibagi menjadi dua. Bagian A mengenai keadaan demografi mereka secara umum. Bagian B mengukur persepsi dan perilaku siswa mengenai efektifitas pembelajaran daring selama COVID-19.

  1.  Deskripsi Aksi Nyata 

Dalam melaksanakan proses mencari informasi, sebuah kuesioner dirancang dan diberikan kepada peserta didik yang mengikuti pembelajaran daring. Setelah jawaban kuesioner terkumpul akan diadakan analisa data sederhana. Dari analisa yang dilakukan akan diambil kesimpulan dan keputusan selanjutmya.

Peserta didik diundang untuk mengikuti survey dalam bentuk google form. Undangan dapat diberikan lewat WAG kelas masing-masing atau lewat sistem CBT sekolah. Survey daring ini akan  mengidentifikasi hambatan dan harapan siswa mengenai PJJ daring. Jawaban siswa akanmenjadi input yang sangat berharga untuk menghasilkan pemahaman lebih jauh mengenai apa yang diharapkan siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar daring. Pertanyaan survey berisi 45 pertanyaan yang dapat diselesaikan dalam 5-10 menit. Partisipasi siswa dalam survey ini bersifat sukarela dan mereka berhak mundur dari survey kapan pun mereka mau. Peserta survey juga secara sukarela dapat tidak mengisi nama atau informasi identitas sensitif lain. 

Berikut ini contoh pertanyaan dalam kuesioner survey (diadaptasi dari Muslimah, 2018):

Bagian A: DEMOGRAFI UMUM

ISILAH IDENTITAS ANDA DENGAN BENAR.

Nama : ____________________________________________________

Jenis Kelamin : ____________________________________________________

Umur : ____________________________________________________

Angkatan : ____________________________________________________

Nomor Telepon : ____________________________________________________

Alat yang digunakan : ________________________________________________


Bagian B: 


PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING ANDA ANGGAP SESUAI.


Tidak pernah


Seminggu sekali


Beberapa kali seminggu


Sehari sekali


Sangat sering

1. Seberapa sering internet di akses?







Informasi:

STS : Sangat Tidak Setuju = 1 poin

TS : Tidak Setuju = 2 poin

N : Netral = 3 poin

S : Setuju = 4 poin

SS : Sangat Setuju = 5 poin


Kemudahan dalam mengakses

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

1. 

Masuk ke Google Kelas






2.

Mengakses materi khusus






3.

Mengirim dan menerima tugas






4.

Mengirim tugas






5.

Menavigasi system






6.

Mudah dimengerti sistemnya







Merasakan Kegunaan

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

7. 

Kualitas kegiatan belajar sangat bagus






8.

Ruang Kelas Google adalah media yang sangat baik untuk  berinteraksi sosial (dosen dengan siswa dan siswa dengan siswa) seperti yang di tunjukkan oleh kegiatan ini






9.

Google kelas membantu saya untuk menyerahkan tugas tepat waktu






10.

Kegiatan kursus membantu saya untuk memeriksa masalah, mengevaluasi ide-ide baru, dan menerapkan apa yang telah saya pelajari






11.

Umpan balik yang diberikan oleh dosen berguna






12.

Sistem penilaian di kelas Google membantu dalam memantau kinerja saya dan memahami topik yang sedang dibahas saat ini






13.

Tujuan subjek, penilaian, dan konten konsisten dengan bantuan Google Kelas Komunikasi dan Interaksi






14.

Saya merasa nyaman berbicara melalui media ini untuk kegiatan ini






15.

Dosen membantu untuk membuat peserta kursus terlibat dan berpartisipasi dalam diskusi produktif






16.

Saya merasa nyaman berinteraksi dengan peserta lain dalam kegiatan






17.

Sudut pandang saya diakui oleh peserta lain selama kegiatan ini






18.

Dosen sangat antusias dalam mengajar dan menjelaskan melalui Google Kelas






19.

Dosen ramah, mudah didekati dan mudah dihubungi







Kepuasan Siswa

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

20. 

Subjek tersebut memenuhi tujuan pribadi saya melalui media yang diperkenalkan






21.

Saya akan merekomendasikan metode pembelajaran ini untuk diterapkan pada subjek lain yang sesuai






22.

Google kelas adalah pilihan pertama saya dalam pembelajaran aktif dibandingkan dengan metode lain






23.

Saya suka Google Kelas sebagai prakarsa belajar dan pendorong motivasi







Perancangan Ulang

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

24. 

Saya menyukai desain pembelajaran daring GCR.






25.

SAYA menyukai WARNA/THEMA pembelajaran daring GCR.






26.

Link-link di GCR mudah digunakan.






27.

Gambar-gambar ilustrasi GCR relevan/sesuai.






28.

Secara umum GCR mudah digunakan







Kemampuan Perangkat

No

Pernyataan

STS


TS


N


S


SS

29. 

Saya mampu dengan baik mengoperasikan komputer sendiri.






30.

Saya mampu dengan baik menggunakan Microsoft Word sendiri.






31.

Saya mampu dengan baik menggunakan email.






32.

Saya mampu dengan baik  menyertakan file (attachment file) pada email.






33.

Saya mampu dengan baik  memanfaatkan internet.






34.

Saya mampu dengan baik  malakukan pencarian informasi untuk kepentingan pribadi  di internet






35.

Saya mampu dengan baik  malakukan pencarian informasi untuk kepentingan sekolah di internet






36.

Saya mampu dengan baik  menggunakan Google Docs






37.

Saya mampu dengan baik  menggunakan Google Meet






38.

Saya mampu dengan baik  mengakses Google Form






39.

Saya mampu dengan baik  mengakses Youtube








ISIAN SINGKAT

40. Apa yangpaling kamu sukai dari pembelajaran daring B. Inggris?

41. Apa yang harus diubah pada pembelajaran daring B. Inggris yang sekarang berlangsung?

42. Apa yang ingin anda lihat pada desain baru pembelajaran daring B. Inggris?

43. Apakah anda bersedia terlibat dalam proses desain ulang pembelajaran daring B. Inggris? 

44. Apakah anda mempunyai saran?

45.  Apakah anda menghadapi tantangan atau kesulitan menggunakan GCR?


Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Hasil dari kuesioner di atas dapat memberikan data yang dibagi  menjadi tiga tema; demografi siswa, keseringan mengakses intenet, dan response siswa terhadap pembelajaran daring bahasa inggris. Tedapat pula empat subtema yaitu kemudahan akses, persepsi manfaat, komunikasi dan interaksi, dan kepuasan siswa. 

Dari data yang terkumpul, jumlah responden adalah 190 dari 316 siswa yang melengkapi kuesioner didominasi oleh 132 putri dengan 58 responden putra. Ternyata lebih dari 70% responden menggunakan internet lebih dari satu kali dalam sehari. Ini berarti kebanyakan siswa telah familiar dengan penggunaaan internet dan program berbasis web.

Berdasarkan temuan dari keseluruhan kuesioner,  nilai tertinggi atau respon paling positif dari siswa ada pada pertanyaan mengenai kemudahan mengumpulkan tugas (Submitting assignment) sedangkan yang terendah ada pada pertanyaan  Guru menunjukkan antusiasme ketika mengajar dengan Google Classroom. Data awal yang diperoleh ini sangat berharga dalam menguji persepsi siswa dalam pembelajaran daring serta menemukan titik kelemahan yang dapat diperbaiki. Ini yang merupakan titik awal dari proses mendesain ulang pembelajaran ke depan.

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)


Kesimpulan dari pelaksanaan survey pembelajaran daring bahasa inggris ini sangat berharga untuk proses perbaikan PJJ daring ke depan. Secara umum siswa menyatakan bahwa mengakses Google Classroom serta fitur PJJ lain itu mudah. Google Classroom dan fitur lainnya juga dianggap bermanfaat oleh siswa. . Namun Google Classroom dianggap belum dapat mengembangkan komunikasi dan interaksi yang meningkatkan bahasa inggris mereka. Kebanyakan siswa belum merasa puas dengan pembelajaran karena pertemuan sangat terbatas. Hasil dari survey ini setidaknya memberikan sinyal bahawa PJJ daring yang telah dilaksanakan cukup berguna akan tetapi banyak fitur yang perlu diperbaiki.

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang


PJJ bahasa inggris di masa pademi COVID-19 merupakan tantangan yang harus dijawab oleh semua pihak. Untuk siswa, diaharapkan mereka lebih mempersiapkan diri dengan baik. Mereka sabaiknya  mampu menggunakan Google Classroom dan fitur-fitur lain secara tepat dan kreatif. Siswa juga diharapkan lebih meningkatkan partsipasi mereka agar PJJ menjadi lebih baik, lebih melibatkan dan lebih berpihak pada siswa.

Selain dari sisi siswa, guru juga diharapkan untuk lebih memberi perhatian dan membantu siswa yang kesulitan dalam menggunakan GCR dan fitur lainnya. Guru harus membuat pembelajaran lebih menjadi interaksi sosial. Tidak kalah penting, guru harus senan tiasa menunjukkan antusiasme dalam mengajar dan menjelaskan materi serta sering memeri balikan atau feedback kepada murid sehingga mereka lebih paham mengenai pelajaran.

Akhirnya, proses perancangan pembelajaran daring bahasa inggris kelas 8 di SMPN 1 Cianjur telah dilaksanakan. Dengan inspirasi konsep inkuiri apresiatif dan penelitian ilmiah diharapkan tercipta PJJ daring yang lebih efektif dan berpihak pada murid. Kita harapkan pula tulisan ini dapat memeberikan pencerahan bagi guru-guru lain dalam melakuka refleksi akhir tahun serta mendesain ulang pembelajaran agar lebih berpihak pada murid. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan persepsi dan ekspektasi mereka terhadap pembelajaran.

● Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video-video singkat berikut caption/narasi singkat nya.


Selasa, 01 Juni 2021

Artikel: Aksi Nyata 1.2 Peran Nilai Guru Penggerak

 

MEMPERBAIKI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) BAHASA INGGRIS KELAS 8 DENGAN MENAMBAH AKTIFITAS SYNCHONOUS PADA GOOGLE CLASSROOM

 

Bambang Widyanarko, M.Pd

CGP Angkatan 2 Kabupaten Cianjur Jawabarat

email: widya.bambang@gmail.com; bambangwidyanarko09@guru.smp.belajar.id

web: bambang4cianjur@blogspot.com

 

A. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak

Seperti yang telah diutarakan pada artikel sebelumnya, penulis telah berusaha melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Mata Pelajaran Bahasa Inggris Semester 1 Tahnun Pelajaran 2020/2021 dalam rangka kedaruratan masa pandemi COVID 19. Akan tetapi sejumlah kendala muncul dan membutuhkan penanganan segera. Kendala tersebut dapat dialamatkan berasal dari beberapa aspek seperti penulis sebagai guru itu sendiri, peserta didik, desain pembelajaran, materi pelajaran dan fasilitas yang digunakan.

Sebagai guru mata pelajaran, penulis merasa peran yang diemban belum maksimal. Ingin rasanya memberikan pelajaran yang lebih menyentuh dan komunikatif kepada peserta didik. Namun, dikarenakan kebijakan PJJ yang diterapkan di SMPN 1 Cianjur saat itu ialah seorang guru memberikan layanan pembelajaran hanya satu kali setiap minggu. Ini pun memunculkan persoalan karena penulis mengampu 7 (tujuh) kelas paralel yang akan menyulitkan kalau jadwal pembelajrannya bersamaan. Persoalan lain adalah akun yang dugunakan sebagai pangkal pengelolaan pembelajaran daring adalah akun google biasa bukan akun google yang terafiliasi dengan Google Suite for Education atau Google Workspace. Dengan akun seperti ini tidak dapat menggunakan fasilitas Video Conference seperti Google Meet dengan maksimal karena tidak dapat merekam dan pesertanya sangat dibatasi.

Penulis pun sangat merasakan bahwa dalam PJJ ini cenderung fokus kepada penuntasan kurikulum. Mengingat waktu pembelajaran dengan kebijakan yang ditempuh sekolah menjadi berkurang, penulis mengalami kesulitan beban jam mengajar serta target materi yang hatrus dicapai. Selain itu penulis juga kurang dapat melakukan komunikasi dengan orangtua sebagai pembimbing peserta didik di rumah.

Dari sisi peserta didik pun PJJ ini banyak terkendala. Peserta didik mengalami kesulitan untuk konsentrasi dalam belajar dari rumah dan mengeluhkan banyaknya penugasan soal dari guru. Peserta didik pun merasakan meningkatnya rasa stress dan jenuh akibat isolasi di rumah secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak, akses ke sumber belajar baik disebabkan karena masalah jangkauan listrik atau internet, maupun dana untuk aksesnya. Orang tua terbebani kuota internet dan kesulitan mendampingi anak dalam pembelajaran secara daring. Merekan pun berharap anak mandiri mengikuti PJJ. Intinya, peserta didik berharap pembelajaran daring tidak dipenuhi tugas., Materi yang disampaikan harus komunikatif dan kontekstual.

Dalam masalam media pembelajaran yang digunakan, kelas virtual Google Classroom juga kurang maksimal. Penulis mendapati bahawa GC ini dominan monoton dan membuat para murid merasa jenuh atau bosan. Ditambah lagi, pembelajaran dengan GC ini belum interaktif. Mayoritas terkesan pembelajarannya cenderung tugas online. Peserta didik juga merasakan tugas diberikan sangat menumpuk apabila dikaitkan dengan mata pelajaran lain. Yang diharapkan adalah media pembelajaran daring yang variatif sehingga siswa tidak jenuh. Pendidikan diharapkan dapat membuat media daring yang variatif  dan bisa interaktif. Pembelajaran ini dapat menggunakan media daring yang bisa live misalnya zoom meeting, google meet, webinar dan lain-lain.

Dengan memanfaatkan media daring yang variatif dan dominan live akan bisa dipantau terus menerus perilaku siswa selama mengikuti kegiatan penilaian. Peserta didik dapat diminta untuk menghidupkan kamera pada media daring yang digunakan sehingga kejujurannya dapat dipantau mendekati baik. Berdasarkan sejumlah permasalahan yang telah disebutkan, berikut ini penulis akan menjelaskan bagaimana perbaikan PJJ dapat dilakukan.

 

B. Deskripsi Aksi Nyata yang dilakukan, berikut alasan mengapa melakukan aksi tersebut

 Beberapa langkah dilakukan untuk mengatasi permasalahan PJJ yang kurang efektif diantaranya:

a.    Melakukan Refleksi dan Pemetaan Permasalahan

b.    Menambah informasi atau pengetahuan dengan membaca buku, artikel atau menonton tayang di media daring.

c.    Mengikuti Pelatihan untuk dapat memaksimalkan fasilitas Google Suite for Education.

d.    Melakukan pembelajaran synchonous atau live dengan Google Meet secara paralel.

e.    Melakukan pembuatan Google Classroom Baru dengan akun @belajar.id yang memilki fasilitas lebih mumpuni dari akun gmail gratis.

f.     Membuat kanal Youtube untuk menampung video pembelajaran agar dapat ditonton berulang-ulang atau bagi siswa yang tidak memiliki kaun @belajar.id serta bahan konsultasi dengan rekan dan kolega lain, pimpinan dan pengawas sekolah.

Hal-hal tersebut dilakukan karena penulis merasa untuk sementara waktu itulah yang dapat dikerjakan sesuai dengan kapasitas yang ada.

 C. Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Sejumlah hasil dapat dikemukakan dapat proses perbaikan pembelajaran daring yang telah dilakukan penulis:

a.    Dari hasil refleksi dan konsultasi diperoleh bahasa PJJ dengan daring masih dapat diperbaiki.

b.    Dengan adanya tantangan tersebut penulis terpacu untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan fasilitas dengan bantuan Komputer dan Web.

c.    Setelah mengikuti pelatihan Google suite for education, penulis mendapatkan sertifikat sebagai pengakuan dan komunitas untuk saling berbagi.

d.    Dengan melakukan pembelajaran synchonous atau live dengan Google Meet peserta didik merasa terbantu dan guru mendapatkan partisipasi yang lebih nyata dari kehadiran siswa..

e.    Google Classroom Baru dengan akun @belajar.id lebih variatif dan menarik setudaknya bagi sebagian siswa.

f.     Kanal Youtube dapat membantu siswa yang berhalangan mengikuti pembelajaran secara langsung atau live.

D. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)

Adapun pembelajaran yang dapat dikemukan dari pelaksanaan perbaikan PJJ ini adalah:

a.    Innovasi dapat sangat bermanfaat apabila didasari oleh permasalahan yang sedang dihadapi..

b.    Dalam menghadapi pelaksanaan pandemi COVID 19, perlu dipahami bahwa PJJ itu bukan solusi yang bersifat panacea untuk segala persolaan.

c.    Perbedaan pemahaman yang ada dari kolega dan pimpinan di sekolah mengenai pelaksanaan PJJ juga merupakan hambatan..

d.    Masih terdapat siswa yang belum terlibat baik secara total (ignorance), karena kemalasan, karena keterbatan sarana atau karena tidak dapat memahami materi..

e.    Walaupun sudah berusaha menampilkan bentuk PJJ yang cukup baik, apa yang dilakukan penulis belum dapat menginspirasi rekan lain.

f.     Waktu untuk  persiapan, pelaksaan dan evaluasi PJJ synchronous sangat terbatas ditambah dengan kesibukan-kesibukan lain. Hal ini harus dicari solusinya agar dalam pelaksanaan periode berikutnya menjadi lebih baik.

 

E. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Beberapa rencana untuk pelaksanaan PJJ kedepannya adalah:

a.                   Terus melakukan Innovasi dalam pembuatan Kelas Virtual dan Konten pembelajaran.

b.                   Terus mencari pengetahuan dan keterampilan baru untuk membuat pembelajaran yang lebih efektif.

c.                   Berkolaborasi dengan kaum profesional untuk menghasilkan materi pembelajaran yang lebih innovatif.

F. Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video-video singkat berikut caption/narasi singkat nya.



Gambar 1. Sertifikat setelah mengikuti Pelatihan Google Suite for Education




Gambar 2. Google Classroom dengan akun @belajar.id



Gambar 3. Penambahan video penjelasan pada Tugas kelas dan Link Google Meet



Gambar 4. Pelaksanaan Google Meet yang dilaksanakan terintegrasi dengan Google Classroom




Gambar 5. Kumpulan Video pembelajaran hasil rekaman dan live dengan Google Meet





Senin, 31 Mei 2021

Artikel: Aksi Nyata Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

REFLEKSI PELAKSANAAN PJJ BAHASA INGGRIS KELAS 8 SMPN 1 CIANJUR  PADA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2020/2021

1. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak

Pembelajaran pada tahun pelajaran 2020/2021 dihadapkan pada tantangan berat yaitu merebaknya wabah Corona Virus Disease (COVID-19) yang telah ditetapkan sebagai keadaan darurat secara nasional. Karena pandemi virus corona (Covid-19) itu pula aktivitas belajar mengajar tatap muka di sekolah dihentikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk memindahkan ruang belajar ke dunia maya agar penularan Covid-19 tidak semakin merajalela. Program tersebut bernama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Peserta didik memanfaatkan gawai dan jaringan internet untuk mendapatkan materi pembelajaran dari guru di sekolah. Kebijakan belajar dari rumah mulai diterapkan pada tanggal 9 Maret 2020 setelah menteri pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan surat edaran nomor 2 tahun 2020 dan nomor 3 tahun 2020  tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

                Situasi kedaruratan kesehatan karena pandemi COVID 19 membawa kedaruratan pula pada pelayanan pembelajaran. Ini terjadi karena selama ini pendidik sebagian besar merasa nyaman dengan setting kelas secara tatap muka dimana aktualisasi pembelajaran dengan mudah terjaga oleh keberadaan fisik seorang guru di kelas. Setiap guru melaksanakan PJJ sesuai dengan kapasitas masing-masing terutama berkenaan dengan kemampuan teknis penggunakaan teknologi. Di SMPN 1 Cianjur, PJJ dilaksanakan oleh guru secara berbeda-beda. Yang paling sederhana adalah dengan pemberian tugas-tugas, diikuti dengan pengumpulan dan penilaian tugas. Siswa mempelajari materi secara mandiri. Ada juga yang menggunakan media sosial seperti Whatsapp atau instagram. Yang paling maju adalah guru yang dapat menggunakan Google Workspace termasuk Google Classroom, Google document editors (Docs, Sheet, Slide, Form) ditambah fasilitas Video Conference seperti Zoom atau Gmeet.

                Di semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 ini pembelajaran Bahasa Inggris yang saya lakukan adalah dengan menggunakan Group WA dan Google Classroom. Group WA digunakan untuk memberikan pengumuman dan diskusi sedangkan Google Classroom diberikan untuk memberikan penjelasan materi dan tugas. Sedangkan tugas itu sendiri dikerjakan oleh siswa secara tertulis di Buku Latihan masing-masing. Untuk Google Classroom sendiri, yang digunakan adalah akun gmail yang gratis. Tentunya akun ini mempunyai berbagai keterbatasan. Berikut ini tampilan Google classroom.


Gambar 1. Gallery Google Classroom Semester 1 TP. 2020/2021

Pada gambar di atas tampilan terlihat biasa saja tanpa ada yang khusus. Terdapat 6 (enam) kelas yang di ampu yaitu kelas 8F, 8G, 8H, 8I, 8J dan 8K. Sekarang kita akan liihat isi dari pembelajaran di tiap kelas.



Gambar 2. tampilan Frontpage kelas 8F

Pada gambar di atas ditampilkan halam utama atau frontpage dari kelas 8 F. Pada bagian Forum diperlihatkan hanya ada pengumuman mengenai postingan dari guru tanpa adanya materi atau tugas. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak merasa terganggu. Bagaiamana dengan isi tugas kelas nya? Berikut adalah gambarannya.


Gambar 3. Tampilan laman Tugas kelas Google Classroom untuk kelas 8F

Gambar 4 Contoh materi dan tugas untuk kelas 8 F

Gambar 5. Siswa yang mengikuti Google Classroom

Gambar 6. Contoh Tugas dari Google Classroom.

2. Deskripsi Aksi Nyata yang dilakukan, berikut alasan mengapa melakukan aksi tersebut

Saya melakukan refleksi dan identifikas permasalah terhadap desain pembelajaran seperti yang dijelaskan di atas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan pada pelaksanaan PJJ baik dari sisi Guru, peserta didik, materi dan sebagainya. Refleksi dilakukan dengan membaca kembali beragam kajian teoritis mengenai teori dan konsep pembelajaran berbasis komputasi dan daring.Selain dari itu, saya juga berkonsultasi dengan rekan sejawat, pimpinan sekolah dan pengawas sekolah.

3. Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Dari hasil refleksi dan identifikasi masalah PJJ Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur pada semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 didapat beberapa kesimpulan, yaitu:
a. Secara teori dan konsep pembelajaran berbasis komputer daring yang dilakukan nasih lemah.
b. Perlu diadakan penataan ulang atau redesign guna memperbaiki PJJ yang dilakukan.
c. Perlu ditingkatkan peran guru dalam memberikan pelajaran dan bimbingan secara lebih interaktif.
d. Perlu dicari alternatif lain untuk menjelaskan materi keapda peserta didik, bukan hanya dengan File MS-Word, Powerpoint atau PDF saja.
e. Perlu di cari solusi lain untuk peserta didik yang tidak mempunyai gawai.

4. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)

Dari pelaksanaan PJJ Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur pada semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 didapat beberapa kegagalan, yaitu:
a. Partisipasi peserta didik sangat kurang.
b. Ketertarikan peserta didik terhadap penjelasan dan materi sangat kurang 
c. Masih banyak peserta didik yang terkendala secara teksnis baik itu tidak mempunyai gawai, tidak punya kuota internet atau gangguan sinyal.
d. Pendidik masih belum dapat menjalin komunikasi yang efekstif dengan siswa terutama karena PJJ terlalu didominas dengan kegiatan yang ASYNCHONOUS atau tertunda.

5. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang.

Bersamaan dengan berakhirnya semester 1 tahun pelajaran 2020/2021, saya merencanakan untuk memperbaiki kekurangan atau kelemahan pada PJJ Bahasa Inggris Kelas 8 SMPN 1 Cianjur  di semester 2 tahun pelajaran 2020/2021. Beberapa hal yang akan dilakukan adalah:
a. Mendalami teori dan konsep pembelajaran.
b. Melihat contoh dan tutorial dari sumber-sumber yang tersedia seperti internet.
c. Meningkatkan peran guru agar terjadi komunikasi yang bersifat langsung dan real-time atau disebut juga SYNCHONOUS .
d. Berkonsultasi dengan rekan yang lebih mahir, pimpinan sekolah dan pengawas sekolah.
e. Mengikuti pelatihan online yang relevan.