Selasa, 01 Juni 2021

Artikel: Aksi Nyata 1.2 Peran Nilai Guru Penggerak

 

MEMPERBAIKI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) BAHASA INGGRIS KELAS 8 DENGAN MENAMBAH AKTIFITAS SYNCHONOUS PADA GOOGLE CLASSROOM

 

Bambang Widyanarko, M.Pd

CGP Angkatan 2 Kabupaten Cianjur Jawabarat

email: widya.bambang@gmail.com; bambangwidyanarko09@guru.smp.belajar.id

web: bambang4cianjur@blogspot.com

 

A. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak

Seperti yang telah diutarakan pada artikel sebelumnya, penulis telah berusaha melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Mata Pelajaran Bahasa Inggris Semester 1 Tahnun Pelajaran 2020/2021 dalam rangka kedaruratan masa pandemi COVID 19. Akan tetapi sejumlah kendala muncul dan membutuhkan penanganan segera. Kendala tersebut dapat dialamatkan berasal dari beberapa aspek seperti penulis sebagai guru itu sendiri, peserta didik, desain pembelajaran, materi pelajaran dan fasilitas yang digunakan.

Sebagai guru mata pelajaran, penulis merasa peran yang diemban belum maksimal. Ingin rasanya memberikan pelajaran yang lebih menyentuh dan komunikatif kepada peserta didik. Namun, dikarenakan kebijakan PJJ yang diterapkan di SMPN 1 Cianjur saat itu ialah seorang guru memberikan layanan pembelajaran hanya satu kali setiap minggu. Ini pun memunculkan persoalan karena penulis mengampu 7 (tujuh) kelas paralel yang akan menyulitkan kalau jadwal pembelajrannya bersamaan. Persoalan lain adalah akun yang dugunakan sebagai pangkal pengelolaan pembelajaran daring adalah akun google biasa bukan akun google yang terafiliasi dengan Google Suite for Education atau Google Workspace. Dengan akun seperti ini tidak dapat menggunakan fasilitas Video Conference seperti Google Meet dengan maksimal karena tidak dapat merekam dan pesertanya sangat dibatasi.

Penulis pun sangat merasakan bahwa dalam PJJ ini cenderung fokus kepada penuntasan kurikulum. Mengingat waktu pembelajaran dengan kebijakan yang ditempuh sekolah menjadi berkurang, penulis mengalami kesulitan beban jam mengajar serta target materi yang hatrus dicapai. Selain itu penulis juga kurang dapat melakukan komunikasi dengan orangtua sebagai pembimbing peserta didik di rumah.

Dari sisi peserta didik pun PJJ ini banyak terkendala. Peserta didik mengalami kesulitan untuk konsentrasi dalam belajar dari rumah dan mengeluhkan banyaknya penugasan soal dari guru. Peserta didik pun merasakan meningkatnya rasa stress dan jenuh akibat isolasi di rumah secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak, akses ke sumber belajar baik disebabkan karena masalah jangkauan listrik atau internet, maupun dana untuk aksesnya. Orang tua terbebani kuota internet dan kesulitan mendampingi anak dalam pembelajaran secara daring. Merekan pun berharap anak mandiri mengikuti PJJ. Intinya, peserta didik berharap pembelajaran daring tidak dipenuhi tugas., Materi yang disampaikan harus komunikatif dan kontekstual.

Dalam masalam media pembelajaran yang digunakan, kelas virtual Google Classroom juga kurang maksimal. Penulis mendapati bahawa GC ini dominan monoton dan membuat para murid merasa jenuh atau bosan. Ditambah lagi, pembelajaran dengan GC ini belum interaktif. Mayoritas terkesan pembelajarannya cenderung tugas online. Peserta didik juga merasakan tugas diberikan sangat menumpuk apabila dikaitkan dengan mata pelajaran lain. Yang diharapkan adalah media pembelajaran daring yang variatif sehingga siswa tidak jenuh. Pendidikan diharapkan dapat membuat media daring yang variatif  dan bisa interaktif. Pembelajaran ini dapat menggunakan media daring yang bisa live misalnya zoom meeting, google meet, webinar dan lain-lain.

Dengan memanfaatkan media daring yang variatif dan dominan live akan bisa dipantau terus menerus perilaku siswa selama mengikuti kegiatan penilaian. Peserta didik dapat diminta untuk menghidupkan kamera pada media daring yang digunakan sehingga kejujurannya dapat dipantau mendekati baik. Berdasarkan sejumlah permasalahan yang telah disebutkan, berikut ini penulis akan menjelaskan bagaimana perbaikan PJJ dapat dilakukan.

 

B. Deskripsi Aksi Nyata yang dilakukan, berikut alasan mengapa melakukan aksi tersebut

 Beberapa langkah dilakukan untuk mengatasi permasalahan PJJ yang kurang efektif diantaranya:

a.    Melakukan Refleksi dan Pemetaan Permasalahan

b.    Menambah informasi atau pengetahuan dengan membaca buku, artikel atau menonton tayang di media daring.

c.    Mengikuti Pelatihan untuk dapat memaksimalkan fasilitas Google Suite for Education.

d.    Melakukan pembelajaran synchonous atau live dengan Google Meet secara paralel.

e.    Melakukan pembuatan Google Classroom Baru dengan akun @belajar.id yang memilki fasilitas lebih mumpuni dari akun gmail gratis.

f.     Membuat kanal Youtube untuk menampung video pembelajaran agar dapat ditonton berulang-ulang atau bagi siswa yang tidak memiliki kaun @belajar.id serta bahan konsultasi dengan rekan dan kolega lain, pimpinan dan pengawas sekolah.

Hal-hal tersebut dilakukan karena penulis merasa untuk sementara waktu itulah yang dapat dikerjakan sesuai dengan kapasitas yang ada.

 C. Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Sejumlah hasil dapat dikemukakan dapat proses perbaikan pembelajaran daring yang telah dilakukan penulis:

a.    Dari hasil refleksi dan konsultasi diperoleh bahasa PJJ dengan daring masih dapat diperbaiki.

b.    Dengan adanya tantangan tersebut penulis terpacu untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan fasilitas dengan bantuan Komputer dan Web.

c.    Setelah mengikuti pelatihan Google suite for education, penulis mendapatkan sertifikat sebagai pengakuan dan komunitas untuk saling berbagi.

d.    Dengan melakukan pembelajaran synchonous atau live dengan Google Meet peserta didik merasa terbantu dan guru mendapatkan partisipasi yang lebih nyata dari kehadiran siswa..

e.    Google Classroom Baru dengan akun @belajar.id lebih variatif dan menarik setudaknya bagi sebagian siswa.

f.     Kanal Youtube dapat membantu siswa yang berhalangan mengikuti pembelajaran secara langsung atau live.

D. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)

Adapun pembelajaran yang dapat dikemukan dari pelaksanaan perbaikan PJJ ini adalah:

a.    Innovasi dapat sangat bermanfaat apabila didasari oleh permasalahan yang sedang dihadapi..

b.    Dalam menghadapi pelaksanaan pandemi COVID 19, perlu dipahami bahwa PJJ itu bukan solusi yang bersifat panacea untuk segala persolaan.

c.    Perbedaan pemahaman yang ada dari kolega dan pimpinan di sekolah mengenai pelaksanaan PJJ juga merupakan hambatan..

d.    Masih terdapat siswa yang belum terlibat baik secara total (ignorance), karena kemalasan, karena keterbatan sarana atau karena tidak dapat memahami materi..

e.    Walaupun sudah berusaha menampilkan bentuk PJJ yang cukup baik, apa yang dilakukan penulis belum dapat menginspirasi rekan lain.

f.     Waktu untuk  persiapan, pelaksaan dan evaluasi PJJ synchronous sangat terbatas ditambah dengan kesibukan-kesibukan lain. Hal ini harus dicari solusinya agar dalam pelaksanaan periode berikutnya menjadi lebih baik.

 

E. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Beberapa rencana untuk pelaksanaan PJJ kedepannya adalah:

a.                   Terus melakukan Innovasi dalam pembuatan Kelas Virtual dan Konten pembelajaran.

b.                   Terus mencari pengetahuan dan keterampilan baru untuk membuat pembelajaran yang lebih efektif.

c.                   Berkolaborasi dengan kaum profesional untuk menghasilkan materi pembelajaran yang lebih innovatif.

F. Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video-video singkat berikut caption/narasi singkat nya.



Gambar 1. Sertifikat setelah mengikuti Pelatihan Google Suite for Education




Gambar 2. Google Classroom dengan akun @belajar.id



Gambar 3. Penambahan video penjelasan pada Tugas kelas dan Link Google Meet



Gambar 4. Pelaksanaan Google Meet yang dilaksanakan terintegrasi dengan Google Classroom




Gambar 5. Kumpulan Video pembelajaran hasil rekaman dan live dengan Google Meet





Tidak ada komentar:

Posting Komentar