MEMPERBAIKI
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) BAHASA INGGRIS KELAS 8 DENGAN
MENAMBAH AKTIFITAS SYNCHONOUS PADA GOOGLE CLASSROOM
Bambang
Widyanarko, M.Pd
CGP Angkatan 2 Kabupaten
Cianjur Jawabarat
email: widya.bambang@gmail.com; bambangwidyanarko09@guru.smp.belajar.id
web: bambang4cianjur@blogspot.com
A. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak
Seperti yang telah diutarakan
pada artikel sebelumnya, penulis telah berusaha melaksanakan Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ) Mata Pelajaran Bahasa Inggris Semester 1 Tahnun Pelajaran 2020/2021
dalam rangka kedaruratan masa pandemi COVID 19. Akan tetapi sejumlah kendala
muncul dan membutuhkan penanganan segera. Kendala tersebut dapat dialamatkan
berasal dari beberapa aspek seperti penulis sebagai guru itu sendiri, peserta
didik, desain pembelajaran, materi pelajaran dan fasilitas yang digunakan.
Sebagai guru mata pelajaran,
penulis merasa peran yang diemban belum maksimal. Ingin rasanya memberikan
pelajaran yang lebih menyentuh dan komunikatif kepada peserta didik. Namun,
dikarenakan kebijakan PJJ yang diterapkan di SMPN 1 Cianjur saat itu ialah
seorang guru memberikan layanan pembelajaran hanya satu kali setiap minggu. Ini
pun memunculkan persoalan karena penulis mengampu 7 (tujuh) kelas paralel yang
akan menyulitkan kalau jadwal pembelajrannya bersamaan. Persoalan lain adalah
akun yang dugunakan sebagai pangkal pengelolaan pembelajaran daring adalah akun
google biasa bukan akun google yang terafiliasi dengan Google Suite for
Education atau Google Workspace. Dengan akun seperti ini tidak dapat
menggunakan fasilitas Video Conference seperti Google Meet dengan maksimal
karena tidak dapat merekam dan pesertanya sangat dibatasi.
Penulis pun sangat merasakan
bahwa dalam PJJ ini cenderung fokus kepada penuntasan kurikulum. Mengingat waktu
pembelajaran dengan kebijakan yang ditempuh sekolah menjadi berkurang, penulis mengalami
kesulitan beban jam mengajar serta target materi yang hatrus dicapai. Selain
itu penulis juga kurang dapat melakukan komunikasi dengan orangtua sebagai
pembimbing peserta didik di rumah.
Dari sisi peserta didik pun PJJ
ini banyak terkendala. Peserta didik mengalami kesulitan untuk konsentrasi
dalam belajar dari rumah dan mengeluhkan banyaknya penugasan soal dari guru.
Peserta didik pun merasakan meningkatnya rasa stress dan jenuh akibat isolasi
di rumah secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi
bagi anak, akses ke sumber belajar baik disebabkan karena masalah jangkauan
listrik atau internet, maupun dana untuk aksesnya. Orang tua terbebani kuota
internet dan kesulitan mendampingi anak dalam pembelajaran secara daring. Merekan
pun berharap anak mandiri mengikuti PJJ. Intinya, peserta didik berharap
pembelajaran daring tidak dipenuhi tugas., Materi yang disampaikan harus
komunikatif dan kontekstual.
Dalam masalam media pembelajaran
yang digunakan, kelas virtual Google Classroom juga kurang maksimal. Penulis
mendapati bahawa GC ini dominan monoton dan membuat para murid merasa jenuh
atau bosan. Ditambah lagi, pembelajaran dengan GC ini belum interaktif.
Mayoritas terkesan pembelajarannya cenderung tugas online. Peserta didik juga
merasakan tugas diberikan sangat menumpuk apabila dikaitkan dengan mata
pelajaran lain. Yang diharapkan adalah media pembelajaran daring yang variatif
sehingga siswa tidak jenuh. Pendidikan diharapkan dapat membuat media daring yang
variatif dan bisa interaktif. Pembelajaran
ini dapat menggunakan media daring yang bisa live misalnya zoom meeting, google
meet, webinar dan lain-lain.
Dengan memanfaatkan media daring
yang variatif dan dominan live akan bisa dipantau terus menerus perilaku siswa
selama mengikuti kegiatan penilaian. Peserta didik dapat diminta untuk menghidupkan
kamera pada media daring yang digunakan sehingga kejujurannya dapat dipantau
mendekati baik. Berdasarkan sejumlah permasalahan yang telah disebutkan,
berikut ini penulis akan menjelaskan bagaimana perbaikan PJJ dapat dilakukan.
B. Deskripsi Aksi Nyata yang dilakukan, berikut alasan mengapa melakukan aksi tersebut
a.
Melakukan Refleksi dan Pemetaan Permasalahan
b.
Menambah informasi atau pengetahuan dengan
membaca buku, artikel atau menonton tayang di media daring.
c.
Mengikuti Pelatihan untuk dapat memaksimalkan
fasilitas Google Suite for Education.
d.
Melakukan pembelajaran synchonous atau live
dengan Google Meet secara paralel.
e.
Melakukan pembuatan Google Classroom Baru dengan
akun @belajar.id yang memilki fasilitas lebih mumpuni dari akun gmail gratis.
f.
Membuat kanal Youtube untuk menampung video
pembelajaran agar dapat ditonton berulang-ulang atau bagi siswa yang tidak
memiliki kaun @belajar.id serta bahan konsultasi dengan rekan dan kolega lain,
pimpinan dan pengawas sekolah.
Hal-hal tersebut dilakukan
karena penulis merasa untuk sementara waktu itulah yang dapat dikerjakan sesuai
dengan kapasitas yang ada.
C. Hasil dari Aksi Nyata yang
dilakukan
Sejumlah hasil dapat dikemukakan
dapat proses perbaikan pembelajaran daring yang telah dilakukan penulis:
a.
Dari hasil refleksi dan konsultasi diperoleh
bahasa PJJ dengan daring masih dapat diperbaiki.
b.
Dengan adanya tantangan tersebut penulis terpacu
untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan fasilitas dengan
bantuan Komputer dan Web.
c.
Setelah mengikuti pelatihan Google suite for
education, penulis mendapatkan sertifikat sebagai pengakuan dan komunitas untuk
saling berbagi.
d.
Dengan melakukan pembelajaran synchonous atau
live dengan Google Meet peserta didik merasa terbantu dan guru mendapatkan
partisipasi yang lebih nyata dari kehadiran siswa..
e.
Google Classroom Baru dengan akun @belajar.id lebih
variatif dan menarik setudaknya bagi sebagian siswa.
f.
Kanal Youtube dapat membantu siswa yang berhalangan
mengikuti pembelajaran secara langsung atau live.
D. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)
Adapun pembelajaran yang dapat
dikemukan dari pelaksanaan perbaikan PJJ ini adalah:
a.
Innovasi dapat sangat bermanfaat apabila
didasari oleh permasalahan yang sedang dihadapi..
b.
Dalam menghadapi pelaksanaan pandemi COVID 19,
perlu dipahami bahwa PJJ itu bukan solusi yang bersifat panacea untuk segala
persolaan.
c.
Perbedaan pemahaman yang ada dari kolega dan
pimpinan di sekolah mengenai pelaksanaan PJJ juga merupakan hambatan..
d.
Masih terdapat siswa yang belum terlibat baik
secara total (ignorance), karena kemalasan, karena keterbatan sarana atau
karena tidak dapat memahami materi..
e.
Walaupun sudah berusaha menampilkan bentuk PJJ
yang cukup baik, apa yang dilakukan penulis belum dapat menginspirasi rekan lain.
f.
Waktu untuk persiapan, pelaksaan dan evaluasi PJJ
synchronous sangat terbatas ditambah dengan kesibukan-kesibukan lain. Hal ini harus
dicari solusinya agar dalam pelaksanaan periode berikutnya menjadi lebih baik.
E. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Beberapa rencana untuk pelaksanaan
PJJ kedepannya adalah:
a.
Terus melakukan Innovasi dalam pembuatan Kelas
Virtual dan Konten pembelajaran.
b.
Terus mencari pengetahuan dan keterampilan baru
untuk membuat pembelajaran yang lebih efektif.
c.
Berkolaborasi dengan kaum profesional untuk
menghasilkan materi pembelajaran yang lebih innovatif.
F. Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video-video singkat berikut caption/narasi singkat nya.
Gambar 1. Sertifikat
setelah mengikuti Pelatihan Google Suite for Education





Tidak ada komentar:
Posting Komentar